About Me

My photo
Movie-goer, anime maniac, manga lover, K-Music+J'Music's fan, Asia Movier.

Monday, October 12, 2009

Saya Sakit Hati

Ini Freya yang kirim, bukan Moci loh.

Moci udah nggak peduli lagi sama blog ini wakakaka, tapi dia selalu setia posting cerpen di blognya kok. Pergi aja ke blognya. Tinggal klik nama dia di atas pojok template.

Hmmmm...tujuan saya nulis di sini, tak lain untuk menunjukkan rasa sakit hati saya. Pertama-tama, izinkan saya untuk mengatakan background terbuatnya blog ini. Ya, blog ini dibuat dari ide saya karena terus terang saya ini orangnya pemalas. Saya punya banyak ide cerpen, tapi sangat malas untuk membuatnya. Kebanyakan cerpen saya model cerpen yang ada di bawah ini. Model setengah jadi. Dan awalnya, saya harap dengan adanya blog ini, maka saya akan semakin terpacu untuk menghasilkan cerpen. Nyatanya, sama aja hahaha. Saya masih malas membuat cerpen.

Padahal, moci udah mendorong saya habis-habisan untuk meneruskan blog ini karena tanpa promosi sama sekali, follower blog cerpen ini malah semakin bertambah, nyaris mendekati follower blog asli saya yang umurnya jauh lebih tua dari blog ini. Yah, tapi apa daya. Saya memang pemalas orangnya. Cerpen-cerpen saya banyak yang tidak selesai.

Tapi tumben, belakangan saya menyelesaikan dua cerpen sekaligus. Saya yang mempunyai kerinduan untuk memberi penghiburan bagi anda sekalian, ingin sekali mengirimkan cerpen saya di sini. Tapi entah kenapa, sesuatu di dalam hati melarang saya melakukannya. Saya juga nggak ngerti kenapa hati saya merasa nggak damai melakukannya.

Kira-kira dua hari kemarin, nggak sengaja saya otak-atik search google engine dan menemukan satu blog yang memuat sebuah cerpen. Saya kaget sekali karena terlalu banyak 'kebetulan' yang tidak wajar di dalam cerpen tersebut. Memang inti ceritanya sama sekali berbeda, dan mungkin memang 100% kebetulan sama. Tapi, kalau terlalu banyak kebetulan apa namanya dong? Dimulai dari judul yang tidak nyambung sama isi cerpen, lalu kata-kata paragraf pertama yang mirip dengan isi cerpen saya dan juga sedikit cuplikan dari kisah hidup saya yang pernah saya tulis di blog satunya.

Ini bukan satu-dua kali saya menemukan copycat. Bohong kalau saya bilang tidak sakit hati menemukan copycat atau orang-orang yang memodifikasi cerita, dengan mengambil inti cerita saya, lalu mereka memakai kata-kata mereka sendiri. Saya tidak butuh 'credit' dan penghargaan dan sebagainya, tapi buat saya...tokoh-tokoh cerpen saya itu hidup. Mereka adalah anak-anakku yang tiap namanya pun saya pikirkan baik-baik. Tanya saudara saya, Ellious Grinsant (link ada di blog saya). Tanya dia bagaimana proses saya membuat sebuah cerita. Saya pasti harus selalu bertanya pada dia, tentang nama-nama yang bagus untuk tokoh cerpen saya. Semua namanya harus sesuai dengan jiwa tokoh-tokohnya. Tentu saya tidak bisa asal comot nama begitu saja. Proses ini sendiri pun bisa memakan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

Lalu, bagaimana jika nama Lara diganti menjadi Wati, dengan cerita yang sama dan plot yang sama? Pasti beda rasanya.

Ya, saya tahu, mungkin di mata kalian saya adalah penulis amatir yang sok dan belagu. Tapi jujur, saya tidak bisa menghilangkan rasa sakit hati saya. Cerpen yang saya temukan itu tidak hanya memuat paragraf pertama cerpen Duniaku, Duniamu, tapi juga mengusung kisah hidup saya di sana. Dan saya menangkap, nada ejekan di sana, nada yang seolah-olah mengolok-olok kisah hidup saya yang mungkin tidak rasional bagi sebagian orang, tapi memang sebenarnya itu kisah nyata saya sendiri tanpa saya buat-buat. Kalau saya bohong, untuk apa saya memberitahu identitas saya yang asli pada orang-orang dunia maya? (Tapi, bukan berarti saya mau memberikan identitas saya pada semua orang. Hanya orang-orang yang sering ngobrol di ym saja yang saya beritahu mengenai identitas asli saya.)


Saya.

Sungguh.

Amat.

Teramat.

Sakit.

Hati.


Entahlah, apa yang akan saya lakukan dengan blog ini setelah ini. Mocchi sudah tidak mau berurusan dengan blog ini, dan saya tidak mau ide saya dimakan bulat-bulat oleh pemfoto-kopi di luar sana. Tapi, saya masih memiliki pilihan.


Pilihan #1:
Saya buat sistem member di sini. Yang bisa membaca cerpen saya hanyalah member saja.

Pilihan #2:
Saya akan menerbitkan cerpen saya di sini, setelah cerpen saya diterbitkan oleh salah satu media cetak.

Pilihan #3:
Blog ini saya tutup untuk selamanya.


Kira-kira pilihan mana yang akan saya pilih?